Logo Kampung Tercinta

Sabtu, 25 Juni 2011

Kesalahan Penulisan Kalimat Dialog

Diposting oleh Dhanistyo di 06.25 1 komentar
oleh: Joni Lis Efendi


Adapun kesalahan penulisan yang sering dilakukan ketika menulis kalimat dialog/kalimat langsung, antara lain:

1) Mengulang kalimat narasi dalam dialog.

2) Menulis kata mubazir (dua kata atau lebih yang maknanya sama dalam satu kalimat)

3) Kalimat salam yang tidak penting.

4) Penulisan tanda koma dan titik setelah tanda petik. Contoh yang salah: "Aku pulang", katanya. atau: "Aku pulang sekarang". Kalimat yang benar: "Aku pulang," katanya. Atau: "Aku pulang sekarang."

5) Penulisan koma atau titik setelah tanda tanya/seru, contoh yang salah: "Kau pulang sekarang?", tanya Dewi. Atau: "Kau pulang sana!", bentak Dewi. Kalimat yang benar, "Kau pulang sekarang?" tanya Dewi.

6) Tidak memberi titik pada akhir kalimat dialog.

7) Awal kalimat dialog yang ditulis huruf kecil.

8) Kalimat dialog antara dua tokoh cerita yang ditulis dalam satu paragraf. Kalimat dialog dari tokoh yang berbeda harus ditulis paragraf baru.

9) Tanda dialog yang tak penting atau ekspresi tokoh cerita (misalanya: katanya, ucapnya, jawabnya, ujarnya, dll) yang ditulis berulang-ulang setiap kalimat dialog. Seharusnya bisa dibatasi hanya pada momen-momen tertentu saja yang meminta ekspresi tokoh cerita, misalkan sedang marah, merajuk, grogi, berpindah tempat atau merubah posisi badan, atau ada kejadian yang diluar perkiraan seperti tiba-tiba ada suara ledakan, keributan, dll.

10) Pengaturan paragraf baru yang tidak beraturan, seharusnya awal kalimat dialog dijorokkan ke dalam atau cukup tekan tombol "Tab" di keyboard.

Perhatikan baik-baik penulisan kalimat dialogmu.


Sumber : www.menulisdahsyat.blogspot.com

Sabtu, 04 Juni 2011

TIPS MERAWAT BUKU

Diposting oleh WR3VO Magazine di 04.32 1 komentar
Share dari Mbak Repita Hadi

  1. Biasakan untuk segera memberi sampul plastik pada buku.
  2. Sediakan pembatas buku untuk menandai batasan buku yang sedang dibaca.
  3. Hindarkan buku dari air, minyak, makanan, tanaman, debu dan panas matahari langsung  atau lampu yang berkekuatan tinggi.
  4. Jangan menaruh rak di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Hindari memfotokopi buku karena bisa merusak benang/lem jilid buku.
  6. Jangan biasakan menandai dengan tinta warna-warni pada bagian penting buku yang sedang dibaca.
  7. Ketika akan mengambil atau membaca buku, sebaiknya kondisi tangan benar-benar kering dan bersih.
  8. Jangan sekali-kali menggunakan buku sebagai alas tidur, tempat duduk, pengganjal barang dan lainnya
  9. Koleksi majalah supaya tidak tercecer sebaiknya dibundel.
  10. Beri sampul tambahan untuk buku-buku lama. Gunakan kertas polos yang sedikit tembus pandang agar cover asli buku masih bisa dilihat.
  11. Buatlah label buku yang berisi identitas pemilik buku.
  12. Catatlah dengan tertib jika buku dipinjamkan.
  13. Tatalah buku berdasarkan kategori/katalogisasi tertentu untuk memudahkan pencarian.
  14. Kalau perlu buat inventarisasi koleksi buku Anda di komputer.

Kamis, 02 Juni 2011

Unsur-Unsur dalam Cerpen

Diposting oleh WR3VO Magazine di 19.54 0 komentar
Unsur-Unsur Dalam Sebuah Cerpen
  1. 1. Tema
Yaitu gagasan inti. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan. Tidaklah mungkin mendirikan sebuah bangunan tanpa pondasi. Dengan kata lain tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.
Tidak mungkin sebuah cerita tidak mempunyai ide pokok. Yaitu sesuatu yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembacanya. Sesuatu itu biasanya adalah masalah kehidupan, komentar pengarang mengenai kehidupan atau pandangan hidup si pengarang dalam menempuh kehidupan luas ini. Pengarang tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tetapi ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.
Secara tradisional, tema itu bisa dijelaskan dengan kalimat sederhana, seperti: 1. Kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan. 2. Persahabatan sejati adalah setia dalam suka dan duka. 3. Cinta adalah energi kehidupan, karena itu cinta dapat mengatasi segala kesulitan. Dan lain sebagainya.
Cerpen yang baik dan besar biasanya menyajikan berbagai persoalan yang kompleks. Namun, selalu punya pusat tema, yaitu pokok masalah yang mendominasi masalah lainnya dalam cerita itu. Misalnya cerpen “Salju Kapas Putih” karya Satyagraha Hoerip. Cerpen ini melukiskan pengalaman “aku” di negeri asing dengan baik sekali, tetapi secara tajam cerpen ini menyorot masalah moral. Tokoh “aku” dapat bertahan dari godaan berbuat serong karena pertimbangan moral.
  1. 2. Alur atau Plot
Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Banyak anggapan keliru mengenai plot. Sementara orang menganggap plot adalah jalan cerita. Dalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan tertentu. Rancangan tentang tujuan itu bukanlah plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot.
Atau, secara lebih gamblang plot adalah –menurut Aswendo Atmowiloto- sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar.
Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa. Sehingga Jakob Sumardjo dalam Seluk-beluk Cerita Pendek menjelaskan tentang plot dengan mengatakan, “Contoh populer menerangkan arti plot adalah begini: Raja mati. Itu disebut jalan cerita. Tetapi raja mati karena sakit hati, adalah plot.”
Dalam cerpen biasanya digunakan plot ketat artinya bila salah satu kejadian ditiadakan jalan cerita menjadi terganggu dan bisa jadi, tak bisa dipahami. Adapun jenis plot bisa disederhanakan menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Contohnya: cerpen-cerpen Anton Chekov, pengarang Rusia legendaris, cerpen-cerpen Trisnoyuwono yang terkumpul dalam Laki-laki dan Mesiu, cerpen-cerpen Subagio Sastrowardoyo dalam kumpulannya Kejantanan di Sumbing.
  2. Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus tergiang di telinga pembaca. Contoh, cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen-cerpen Danarto dalam Godlob, dan hampir semua cerpen Guy de Maupassant, pengarang Perancis menggunakan plot berbisik.
  3. Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut. Contoh: cerpen Krawang-Bekasi milik Gerson Poyk, cerpen Bulan Mati karya R. Siyaranamual, dan cerpen Putu Wijaya berjudul Topeng bisa dimasukkan di sini.
Adapun jika kita melihat sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka, plot tertutup dan cempuran keduanya. Jadi sifat plot ada kalanya:
  1. Terbuka. Jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita, di samping masalah dasar persoalan.
  2. Tertutup. Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita. Contoh Godlobnya Danarto.
  3. Campuran keduanya.
3. Penokohan
Yaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan, yang didalamnya ada perwatakkan sangat penting bagi sebuah cerita, bisa dikatakan ia sebagai mata air kekuatan sebuah cerita pendek.
Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam; sifat lahir (rupa, bentuk) dan sifat batin (watak, karakter). Dan sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui:
  1. Tindakan, ucapan dan pikirannya
  2. Tempat tokoh tersebut berada
  3. Benda-benda di sekitar tokoh
  4. Kesan tokoh lain terhadap dirinya
  5. Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang
4. Latar atau Setting
yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan teman dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas. Kalau latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot. Cerpen saya, Bayi-bayi Tertawa yang mengambil setting khas Palestina, dengan watak, budaya, emosi, kondisi geografi yang sangat khas Palestina tentu akan menjadi lucu jika settingnya dipindah di Ponorogo. Jelas bahwa setting akan sangat menentukan watak dan karakter tokoh.
  1. 5. Sudut Pandangan Tokoh
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun cerita pendek adlaah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang. Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pangan ini sangat erat dengan teknik bercerita.
Sudut pandangan ini ada beberapa jenis, tetapi yang umum adalah:
  1. Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”nya.
  2. Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisha”, “Fahri”, dan “Nurul” misalnya.
  3. Sudut pandang campuran, di mana pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Dalam “Sekelumit Nyanyian Sunda” Nasjah Djamin sangat baik menggunakan teknik ini.
  4. Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif. Sudut pandanga ini lebih cocok untuk cerita-cerita bertendens. Para pujangga Balai Pustaka banyak yang menggunakan teknik ini. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui.

Share dari : http://www.facebook.com/home.php?sk=group_147936258604583&view=doc&id=148094645255411

Cara Menulis Catatan Kaki (Footnote)

Diposting oleh WR3VO Magazine di 19.51 0 komentar
Membuat Catatan Kaki (Footnote):
  1. ALT+CRTL+F
  2. Klik Tab References lalu klik Perintah Insert Footnote.

Mengenal Ibid, Op.cit, dan Loc.cit

A. Ibid
Ibid (dari bahasa Latin, kependekan dari kata “ibidem” yang berarti “tempat yang sama”) adalah istilah yang digunakan pada catatan kaki atau referensi yang menunjukkan bahwa sumber yang digunakan tersebut telah dikutip juga pada catatan kaki sebelumnya. Hal seperti ini sama artinya juga dengan idem (yang berarti telah disebutkan sebelumnya atau sama) disingkai “Id.,” yang umum digunakan pada kutipan legal.

Contoh penggunaan ibid:
[1] Ferdian, “tindakan kecil orang-orang besar”, Rumbi Press, 2010, hal 23.
[2] Ibid
[3] Id., hal 29.

Referensi dari catatan kaki no. 2 adalah sama dengan no. 1
(Ferdian, “tindakan kecil orang-orang besar” pada hal 23), sedangkan referensi no 3 menunjukkan sumber yang sama tetapi hal yang berbeda, halaman 29.
Sumber dari ibid adalah tepat pada no sebelumnya.

B. Op.cit

Selain ibid, juga dikenal bahasa kutipan lain yaitu Op.Cit (opere citato/kutipan sebelumnya yang telah diselangi oleh kutipan sumber lain) dan loc.cit (locere citato=kutipan yang telah disebutkan pada halaman/bab selanjutnya). Penggunaan loc.cit dan Op.Cit sekarang sudah jarang digunakan lagi.

Dalam metode kutipan Kate.L.Turabian (oxford) kutipan tersebut diganti dengan sebagian nama penulis, sebagian nama buku, dan halaman.

Contoh penggunaan Op.Cit:
[1] Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
[2] Daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), 161.
[3] Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 63-87.
[4] Rahardjo, Op.Cit., 125.

C. Loc.cit

Loc.cit berarti pada tempat yang telah disebutkan, merujuk daftar pustaka yang sama yang berupa buku kumpulan essai, majalah, jurnal, atau ensiklopedia; dan telah diselingi sumber lain.  

Contoh penggunaan loc.cit:
[1] Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
[2] Suwandi, Loc.Cit

Biasanya yang umum dipakai di Indonesia adalah Ibid dan Op.cit. Tapi ada perbedaan mazhab catatan kaki antara Indonesia dan Barat. Sebagai perbandingan, silahkan kunjungi berbagi sumber di bawah ini.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_kaki
http://kharis90.wordpress.com/2008/11/07/catatan-kaki/
http://herumuawin.blogspot.com/2009/01/kutipan.html/
http://ferdiandonthavelastname.wordpress.com/2009/06/24/apa-yang-dimaksud-ibid-op-cit-dan-loc-cit/

Semoga bermanfaat!

Share dari : http://www.facebook.com/home.php?sk=group_147936258604583&view=doc&id=163082790423263

LOMBA MENULIS KENANGAN INDAH

Diposting oleh WR3VO Magazine di 19.48 0 komentar



KETENTUAN LOMBA
- Lomba ini terbuka untuk semua kalangan.
- Artikel yang dilombakan adalah maksimal ditulis 3 halaman kertas A4 dan merupakan asli pengalaman hidup dari penulis.
- Cantumkan nama, alamat email, serta no. telp. yang dapat kami hubungi di bagian atas artikel.
- Penulis dapat mengirimkan lebih dari 1 artikel dan dikirimkan melalui email ke heru@elscharacter.com atau herupri@ymail.com.
- Lomba berlangsung dari tanggal 1 Mei 2011 jam 06.00 dan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011, jam 24.00 WIB.
- Semua artikel yang masuk akan menjadi hak bagi pihak ELS sebagai penyelenggara. Panitia akan memberikan penilaian se-obyektif mungkin yang akan cenderung kepada bentuk keaslian artikel dan menariknya isi artikel tersebut.
- Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.


Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Edu Life Skilss – School of Character
Telepon. 021 55965850
atau bisa dilihat di site kami.
FB. www.facebook.com/ELSCharacter
Tw. @elscharacter
www.elscharacter.com

dari : http://ajangkompetisi.com/lomba-menulis-kenangan-indah.html 
 

WR3VO Magazine Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez