Logo Kampung Tercinta

Kamis, 12 Januari 2012

Ksatria Penjaga Ertplanz

Diposting oleh Dhani Setiyono di 16.20
Reaksi: 
Ayna Wardhani
*Juara 1 Lomba FF WR 03

Raja Wisdem penguasa Ertplanz mempunyai putra kembar bernama Wota dan Faye. Sayangnya, mereka seringkali tidak akur. Inilah yang membuat Raja masygul hatinya.
Suatu hari, seorang prajurit melaporkan Distrik Selatan dilanda kebakaran sekaligus banjir bandang.

“Bagaimana bisa terjadi?” tanya Raja terkejut.

“Semua ini karena pertengkaran putra Baginda. Mereka beradu kekuatan di sana.” Wajah Raja
Wisdem langsung memerah. Antara marah dan malu dengan perbuatan putranya.

“Panglima, segera kirim pasukan untuk menyelamatkan Distrik Selatan!” perintahnya.
Sejak kecil, putra Raja Wisdem dikaruniai kekuatan istimewa. Wota mampu mengendalikan air dan Faye bisa mengendalikan api.

Wota dan Faye datang menghadap Raja dengan wajah tertunduk menyimpan sisa amarah. Bagaimanapun saktinya mereka, mereka sangat hormat dan patuh pada ayahnya.

“Kalian telah membuatku malu. Lihat perbuatan kalian! Apa sebenarnya yang kalian ributkan?” Wota dan Faye berebut menjelaskan duduk perkara kepada Raja. Masih tak ada yang mau mengalah.

“Diaaaam!” teriak Raja geram.

“Sudah cukup! Kalian berdua harus dihukum.” Walaupun putranya sendiri yang berbuat salah, Raja tetap memberi hukuman.

“Kalian harus mendapatkan batu kedamaian pualam surgawi. Kalian juga harus melakukan seratus kebaikan. Setelah itu, kalian baru boleh kembali ke istana.”

Wota dan Faye mau tak mau melaksanakan hukuman itu. Berbulan-bulan mereka mencari dan mengumpulkan cerita tentang batu pualam surgawi. Selama itu pula, mereka juga menolong rakyat Ertplanz yang membutuhkan kekuatan mereka.

Menurut legenda, batu itu tersimpan di dasar terendah Ertplanz. Faye memutuskan mencari ke kawah Gunung Api Ert. Sedangkan Wota akan menuju ke palung Samudra Ert. Ketika mereka sampai di tempat yang dituju, mereka mendapati sebuah gua. Ternyata mereka bertemu lagi tepat di depan pintu gua.

Faye sudah bersiap menyerang Wota. Wota pun demikian. Namun, sesaat sebelum mereka beradu kekuatan, ada suara keras dari dalam gua.

“Tunggu!”.

Wota dan Faye terkejut melihat seorang lelaki keluar dari dalam gua. Tubuhnya separuh berwarna merah dan separuh lagi berwarna biru. Dengan sorot mata yang tajam ia menatap Wota dan Faye bergantian.

“Apakah kalian tahu apa yang akan terjadi jika kalian beradu kekuatan di sini?” bentak lelaki itu.

“Siapa kau?” seru Faye.

“Aku Ksatria Penjaga Ertplanz. Akulah yang memberi kalian kekuatan.” Wota dan Faye terkejut.

“Itu hadiah dariku untuk Ayah kalian saat kalian dilahirkan. Ternyata aku telah salah memberikannya. Lihat yang kalian lakukan. Beradu kekuatan di sini akan membuat Samudra Ert meluap dan Gunung Api Ert meletus lalu hancurlah Ertplanz.”

“Apa?” sontak Wota dan Faye menarik kedua tangannya.

“Pulanglah!”

“Tunggu, ada yang harus kami dapatkan sebelum kami kembali. Batu pualam surgawi.”

“Batu itu tidak ada di sini.”

“Lalu dimana? Beritahu kami.”

“Pualam surgawi ada dalam jiwa yang suci.” Lelaki misterius itu berlalu dan pintu gua kembali tertutup.

Wota dan Faye kini mengerti, pualam surgawi adalah wujud dari hati yang bersih. Hati yang memancarkan cahaya seperti pualam dan selalu berbuat kebaikan laksana kehidupan di surga. Mereka menyesal selama ini menyombongkan kekuatan yang bukan berasal dari dirinya sendiri. Mereka bisa pulang dengan tersenyum lega. Mereka akan membawakan pualam surgawi terindah untuk ayahnya, hati mereka sendiri.

Raja Wisdem senang putranya telah sadar. Ia lalu memaafkan dan menerima mereka kembali. Raja juga mengangkat keduanya menjadi penerus Ksatria Penjaga Ertplanz.

0 komentar:

Posting Komentar

 

WR3VO Magazine Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez